Categories
Buku

Prinsip, Melawan Kegagalan Hidup

Judul Buku : Hidup Plus! Prinsip Plus!

Penulis : D.S. Prasetyono

Penerbit : Think dan Diva Press, Yogyakarta

Cetakan : Desember, 2008

Tebal : 265 halaman

Peresensi : Bayu Tara Wijaya *

Lebih baik menjadi orang kecil tetapi bekerja untuk diri sendiri, daripada berlagak orang besar tetapi kekurangan makan.”

Kalimat prinsip di atas agar diindahkan dengan tidak menyalai arti dalam pengunaannya. Pada dasarnya, semua benda, aktivitas ataupun lainnya keberadaanya pasti memiliki sisi positif dan negatif. Maka, ini semua akan menjadi tanggung jawab kita untuk diarahkan kemana semuannya itu.

Jika kita pernah membaca lingkungan disekitar, maka kita akan menemukan orang disekeliling kita yang sering mengalami depresi, stres, bosan hidup, dan sebagainnya. Hal seperti ini mungkin sudah menjadi kodrat yang akan dialami oleh semua manusia. Tinggal apa kita dapat mendorong untuk mengalahkan hal-hal tersebut.

Aktivitas hidup yang membosankan, tiap hari diliputi kegagalan, tidak punya energi dan tidak punya kekuatan hidup, yang umum disebut dengan prinsip hidup. Hidup Plus! Prinsip Plus adalah sebagai bacaan yang merangkum semua kelukesah hidup manusia. Dalam buku ini terdapat pemikiran jernih, motivasi-motivasi hidup, kepercayaan dan keyakinan diri akan semakin kuat dan kokoh untuk mempersiapkan pelajaran hidup yang baru-baru ini terkena masalah-masalah yang muncul. Masalah sendiri juga sudah divonis menjadi bagian dari hidup manusia.

Setiap orang pasti pernah mengalami nasib baik maupun buruk. Itu semua sudah kehendak dari yang memberi hidup. Pastinya, setiap manusia akan melami kegagalan dan kesuksesan. Dengan demikian, seperti nasib Anda, maka kagumilah ini adalah bagian dari hidup Anda.

Charles F. Kettey, seorang penemu yang jenius pernah berkata “Saya tidak berminat pada hal-hal yang terjadi di masa lampau. Saya hanya menaruh perhatian pada masa depan, karena itulah wadah untuk menghabiskan masa hidup saya lebih lanjut.” Tanamkan dalam hati, bahwa hari depan tempat Anda menghabiskan sisa hidup Anda itu ditentukan oleh pandangan hidup Anda sekarang ini. Sedangkan, sumbernya untuk itu dapat Anda peroleh semuanya dalam pikiran Anda sendiri.

Prinsip mengagumi hidup pantas Anda miliki, sebab dari pikiran Anda sendiri yang mampu menyelesaikan masalah-masalah dalam jatah hidup Anda. Masa depan Anda bukan berada pada masa lampau tetapi ada di depan Anda. Jika Anda menginginkan hidup plus dalam meniti masa depan yang sudah di depan mata, maka Anda harus memilki prinsip plus.

Banyak cara dalam memunculkan prinsip plus. Anda sendirilah yang akan menemukan bagaimana Anda membuat prinsip hidup dalam peta perjalan hidup Anda. Petua dari William Edward Hickson, “Apabila pada mula pertama kamu tidak berhasil, cobalah berulang kali.” Lalu beliau menambahkan, “Kamu pasti bisa melakukannya, apabila kamu berpikir bahwa kamu bisa.”

Perkataan dapat datang dari mana saja, tetapi jarang perkataan orang yang Anda pikirkan sehingga Anda menemukan prinsip hidup Anda. Kita pikirkan kembali petua William, ia membongkar otak Anda. Apakah Anda akan dapat mencerna atau tidak? Jika memang tidak berarti Anda tidak mempercayai bahwa Anda memiliki kemampuan. Cukup hanya dengan percaya diri Anda dapat melakukan semuanya.

Dalam membaca Prinsip Plus! Hidup Plus! Anda hanya akan menemukan beberapa motivasi-motivasi hidup. Sama halnya Anda mendengarkan semua ceramah-ceramah agama. Ketika udah selesai acara ceramah lewat begitu saja isi dari ceramah tersebut. Dengan demikian, tidak akan ada artinya semua perkataan atau perbuatan orang lain demi Anda, tetapi Anda sendiri tidak mengapresiasikan dengan mencoba memikirkan dan melakukan dengan baik apa yang ada dalam isi ceramah. Padahal menurut Anda ceramah agamanya benar dan baik untuk dilakukan.

Penghayatan hidup juga menjadi prinsip dalam hidup Anda dengan penghayatan berarti Anda sudah mencoba untuk mengenali diri Anda sendiri. Prinsip penghayatan diri, biasanya menjadi prasarat orang untuk memberikan tausiah kepada orang lain. Misalkan, Anda menyuruh orang berbuat baik, tetapi Anda sendiri tidak melakukannya itu sama artinya Anda berbicara didepan tiang bendera.

Sangat sulit dalam mengenali diri. Sebab manusia itu punya mekanisme untuk membela diri yang dibawa sejak lahir, yang senantiasa mendorong seseorang itu berbuat apa yang ia kehendaki. Mereka lebih senang meneliti orang lain dari pada meneliti dirinya sendiri, tetapi manfaat dari mengenali diri akan membuka pintu percaya diri Anda dalam hidup. Sehingga tidak dipersalah jika Anda mengalami kegagalan dari kelalaian Anda meneliti kekurangan diri.

Masih banyak contoh-contoh dalam prinsip plus. Kegagalan bukanlah masalah hidup, berpikir positif dan dinamis pada setiap masalah akan membawa kita pada kecerahan dalam menyelesaikan masalah dengan baik. Untungnya, bagi Anda yang dapat menyelesaikan masalah adalah catatan positif bahwa Anda sudah mendapati kemajuan satu langkah. Walaupun kemajuan tersebut berawal dari menyelesaikan masalah.

Kemajuan dalam hidup bukan berarti kemajuan dalam jabatan, harta, pengetahuan dan lainnya. Melainkan kemajuan hidup berarti kemampuan dalam menuntaskan masalaha hidup. Anda tidak akan dikatakan maju, apabila Anda kaya, punya jabatan tinggi, gelar tinggi tetapi Anda tidak dapat menyelesaikan masalah Anda sendiri. Hal seperti ini lucu, karena tidak senama dengan jabatan, gelar dan harta Anda.

Walhasil, jika memang Anda percaya bahwa orang yang memiliki prinsip yang bagus, maka orang tersebut akan memiliki hidup yang bagus pula. Patut anda perhatikan dan lakukan petua dalam Hidup Plus! Prinsip Plus! Sebagai modal kemampuan berpikir Anda dan semoga Anda sukses.[]

Categories
Buku

Perkawinan Bukanlah Sandiwara

Judul Buku : God Knows Marriage Isn’t Always Easy

Penulis : Maureen Rogers Law & Lanny Law

Penerjemah : M. Th. Silamutri S. Nugroho

Penerbit : DIOMA, Malang

Cetakan : I, November 2008

Tebal : 192 halaman

Peresensi : Bayu Tara Wijaya *

Menikahi seseorang, sama seperti membeli sesuatu yang telah lama anda kagumi di etalase toko. Anda mungkin menyukainya ketika membawanya pulang, tetapi ternyata tidak selalu serasi dengan semua yang sudah ada di rumah.(Jean Kerr)

Pernyataan di atas jika dicermati kembali, maka perkawinan dapat digambarkan pada sebuah barang dan kemudian pernyataan tersebut diasumsikan benar jika hal tersebut sering terjadi pula. “Dunia ini adalah panggung sandiwara, ceitanya mudah berubah, kisah mahabarata atau tragedi yunani, setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan…”. Syair yang dinyanyikan oleh Nike Ardila ciptaan Dody Dores mengisahkan hidup penuh drama sandiwara. Apakah kita akan bermain dengan wajar, ataukah dengan hura-hura? Realitanya, info selebritis tercatat sebagai rangking tertinggi terjadi perceraian menunjukkan bermain drama dengan hura-hura.

Fenomena menarik, bermain drama di televisi merupakan kebanggaan bagi sebagian orang. Mulai dari drama anak-anak, komedi dan remaja. Dewasa ini dilakonkan oleh para artis terkenal dengan keselebritisannya. Drama adalah sebuah permaian, dan sangat sayang sekali apabila permaian tersebut menjadi faktor utama dalam gaya hidup mereka. Contoh drama keluarga, drama ini hanya permainan belaka ketika dalam akting, sungguh ironis apabila akting ini berkepanjangan hingga pada keluarga mereka sebagai dunia non akting.

Perkawinan menjadi permainan akting adalah hal yang tidak tabu lagi, sehingga wajar kita kerap mendapati para artis ataupun selebritis yang suka kawin kemudian cerai, kawin dan cerai. Misalkan peristiwa dari salah satu selebriti yang menambah deretan daftar cerai. Lusy Rahmawati dan suaminya Jose Purnomo hari senin (02/02) mengajukan gugatan cerai di pengadilan jakarta selatan. Menurut pengacara Mada R. Mardanus pasangan ini, melakukan perceraian lantaran karena mereka mengalami pertentangan dan perbedaan visi dalam berumahtangga.

Perkawinan yang menjadi korban drama para selebritis maupun orang-orang yang menganggap hura-hura sebuah perkawinan sudah tidak jarang lagi. Pertengkaran di dalam rumahtangga, perceraian pasangan suami-istri menjadi hal yang biasa terjadi karena keseringannya. Cukup realita ini menunjukkan sebuah perkawinan tidak semudah meniup lilin. Kematangan psikologis, jasmani dan rohani sudah harus disiapkan sebelum menempuh perjalanan panjang seumur hidup dalam ikatan perkawinan.

God Knows Marriade Isn’t Always Easy mengupas formula dalam menghadapi masalah dalama berumahtangga. M. Rogers dan Lanny L. menyusun 12 cara dalam mempersiapkan bekal sebelum melakukan perkawinan, dan tidak terlupakan bagi mereka yang sudah menikah khususnya. Bacaan ringan yang harus dibaca dan dilakukan oleh semua orang, sebab semua manusia tercipta untuk saling berpasangan, dalam hal ini kita sebut dengan perkawinan dan perkawinan sering menjadi drama sandiwara.

“Berusahalah untuk saling mengerti”, merupakan salah satu cara untuk menyatukan visi, misi, dan tujuan dalam berumahtangga. Seperti kasus Lusy dan Jose menunjukkan simbol adanya ketiadaan sikap saling mengerti. Salah paham akan muncul dan menjadi faktor utama perceraian. Seorang ahli komunikasi John Powell menyatakan bahwa komunikasi merupakan darah kehidupan dan detak jantung setiap hubungan. Komunikasi merupakan hal yang paling penting dari semua sumber kebahagiaan dan kesehatan. Komunikasi merupakan dasar hakiki untuk mencapai kebahagiaan.

Hemat kata dari Tim Clinton, bahwa bergembira bersama tidak hanya meringankan stres, tetapi juga membangun jembatan di antara Anda. Bergembiralah! Biarkanlah diri Anda tertawa. Lakukanlah hal itu sebagai pasangan suami-istri.

Tentunya tertawa, bergembira ria dan canda tawa bersama takkan terwujud begitu saja pada ikatan tali perkawinan. Namun kondisi asri seperti ini akan nampak pada hubungan berkeluarga apabila sarat-sarat memperolehnya sudah dipenuhi. Terimalah kesamaan dan perbedaan pasangan, adalah salah satu sarat untuk dapat berkomunikasi, saling pengertian, saling perhatian.

Syair pencinta dari Emmet Fox yakni “Cinta menaklukkan segala kesulitan. Cinta menyembuhkan penyakit. Cinta membuka pintu-pintu yang tertutup. Tak ada teluk yang tak dapat diseberangi oleh cinta; tak ada dinding yang tak dapat diruntuhkan oleh cinta; tak ada dosa yang tak dapat ditebus oleh cinta.” Maka dari itu, rawatlah cinta Anda dengan penuh perhatian. Mengingat syair cinta yang berpihak padanya dan membela cinta sebagai program vital dalam perkawinan.

Selain itu, perlunya menanamkan prinsip dalam menjalin hubungan perkawinan yakni jadikanlah hubungan Anda sebagai prioritas utama. Setiap pasangan suami-istri memiliki tiga keluarga. Pertama adalah mereka sendiri. Mereka adalah “kita” dari keluarga baru yang mereka bentuk bersama. Tetapi, pada waktu yang bersamaan, mereka juga memiliki keluarga dari “pihak suami”, dan keluarga dari “pihak istri”. Jika mereka bermaksud membangun sebuah unit keluarga sendiri yang kuat, mau tidak mau mereka harus meluruskan kembali kesetiaan mereka kepada keluarga “kita” sebelum “keluargamu” atau “keluargaku”.

Singkat dari Alan Patrick Herbert, bahwa ide dua orang yang hidup bersama selama 25 tahun tanpa berselisih paham hanyalah kayalan belaka. Oleh karenanya, pasti dalam perkawinan akan muncul berbagai jenis konflik-konflik dan apabila mereka tidak siap dalam menghadapi suka dan duka ini, maka yang terjadi adalah pertengakaran hingga perceraian. Bijak kata, “selesaikanlah konflik-konflik, sebelum menjadi lebih buruk”.

Konflik dalam perkawinan adalah hal yang wajar, tetapi konflik ini mempunyai akibat-akibat dalam hidup sehari-hari. Perbedaan-perbedaan pendapat dapat melebur pada masalah-masalah; seberapa panas atau dinginnya suhu yang dikehendaki dalam rumah, atau apakah kita ingin mempunyai dua atau tiga selimut di tempat tidur. Ketika seseorang menikah, terdapat dua suara, dua pendapat, dan dua hak suara untuk didengarkan dalam banyak keputusan. Mengatasi dan menyelesaikan konflik-konflik yang tidak dapat dihindari merupakan saat-saat yang menentukan dalam setiap perkawinan. Maka dengan menyelesaiakn konflik berarti Anda sudah mencoba meluruskan kembali kesetian pada keluarga “kita” sebelum “keluargamu” atau “keluargaku”.

Bersama M. Rogers dan Lanny L. kita akan diajak kembali untuk merenungkan sebuah perkawinan melalui buku yang ditulis oleh mereka. Buku yang sangat simpel ini mencoba memerikan metode dalam mempersiapkan diri sebelum melakukan perkawinan, mengingat perkawinan bukanlah sebuah permainan drama sandiwara. Walaupun dalam syair Dody Dores dunia ini adalah panggung sandiwara.

Walhasil, semua pesan baik dalam rangkuman kecil ini akan menjadi pesan yang sia-sia, apabila kita tidak memberikan apresiasi dengan membacanya kemudian mencoba menyaringnya sebagai bahan pengetahuan dan pada akhirnya jadilah sebuah ilmu pengetahuan yang perlu kita amalkan meskipun hanya dalam lingkup perkawinan saja.[]

Categories
Thinker

Eksistensi Madzab Rasionalisme Rene` Descartes

Eksistensi Madzab Rasionalisme Rene` Descartes
(Resepsi, Sebuah Penjelasan Akal)

Oleh Bayu Tara Wijaya

Keberadaan rasionalitas menurut René Descartes yang termaktup dalam bahasa prancis Cogito Ergo Sum atau Je Pense Donc Je Suis yang memiliki arti Indonesia “aku berfikir maka aku ada”. Konsep rasionalitas tersebut banyak disalah artikan oleh beberapa orang setelah René Descartes. Tetapi kebanyakan orang salah menafsirkan dan salah mengunakan pedoman tersebut. Mereka tidak tahu sejarah filosofi munculnya kalimat tersebut. Akhirnya niat baik yang tersebunyi pada dua kalimat tersebut tidak muncul sinergis sebagaimana hakikat makna kandungannya.

Aliran rasionalisme menyakini bahwa sumber pengetahuan adalah rasio, kebenaran yang pasti berasal dari rasio. Kritisisme berusaha memadukan dua pendapat yang berbeda tersebut. Dalam tulisan ini penulis menggagas pemikiran rasionalisme secara sistematis dan komprehensif, teristimewa mendalami jalan pikiran rasionalisme René Descartes. Secara berturut-turut penulis ingin mendalami beberapa gagasan pokok dari Rene Decartes dari dekat yaitu metode kesangsian dan Je pense donc je suis, idea-idea bawaan dan substansi dan hubungan jiwa dan badan.

Descartes menjelaskan tujuan hidupnya adalah untuk membimbing akal budi ke arah penemuan kebenaran yang sistematis dan penghapusan kesalahan. Begitu juga hal yang paling merata di dunia adalah akal sehat; sebab setiap orang merasa cukup memilikinya, sehingga orang-orang yang paling sulit dipuaskan dalam hal-hal yang lain pun sama sekali tidak menginginkan lebih daripada yang ia miliki. Dalam hal ini, agaknya mustahil pendapat tersebut keliru, dan membedakan antara yang benar dan yang salah –yang memang secara tepat disebut akal sehat atau nalar– dimiliki oleh semua orang secara merata dan alami.

Terlepas dari segala argumen dan kritikan, Descartes telah berhasil memberikan fondasi kepastian bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Descartes telah menemukan sesuatu yang tak terpikir oleh filsafat klasik, sebuah cara penalaran baru yang menjamin kebenaran dirinya sendiri secara pasti. Dunia filsafat hingga sekarang tidak mungkin melupakan dirinya sebagai the founder of modern philosophy.

Dengan adanya salah aturan oleh orang-orang setelah René akhirnya sebagaimana yang terjadi ketika zaman modern, semuanya gara-gara akal yang lepas kendali, memungkinkan mereka begitu gembira menikmati kebebasannya yang baru saja diperolehnya. Sehingga keberadaan dari sebuah akal tidak lagi dihormati sebagai kekuatan yang benar-benar dapat diandalkan dengan baik.

Oleh karena itu, koherensi sebuah hakikat manusia, dalam formulasi Je pense donc je suis rumusan Je pense (cogito) dipahami sebagai kesadaran diri. Berpikir bagi Descartes adalah menyadari. Saya yang berpikir adalah fakta sadar diri dimana saya berpikir. Maka dengan demikian akal akan berhikmah secara benar. Untuk itulah, sekecil apapun perubahan, tepaplah perubahan.[]