Namaku bukanlah Diriku
Suaraku bukanlah Nyayianku
Jalanku bukanlah Tujuanku
Tetapi
Karyaku adalah Potret diriku
Amalku adalah nyayianku
Dan Ia …. adalah tujuanku
Malang, 21 Desember 2008
Namaku bukanlah Diriku
Suaraku bukanlah Nyayianku
Jalanku bukanlah Tujuanku
Tetapi
Karyaku adalah Potret diriku
Amalku adalah nyayianku
Dan Ia …. adalah tujuanku
Malang, 21 Desember 2008
Kemarin beda, Tuhan
Kemarin, beda Tuhan
Kemarin tak sama, Tuhan
Kemarin, tak sama Tuhan
Kemarin sayangmu, Tuhan
Kemarin, sayangmu Tuhan
Kemarin cintamu, Tuhan
Kemarin, cintamu Tuhan
Tapi
Sekarang bencimu, Tuhan
Sekarang, bencimu Tuhan
Dan sekarang, muakmu Tuhan
Tuhan?
Kapan lagi Tuhan?
Dan kapan lagi Tuhan?
Oh Tuhan.
Lamongan, 31 Agustus 2008
Siulan terucap dari paruh burung
Menyuarakan kemerdekaan
Kebebasan ingin diraihnya
Kepedihan pun beralih pihak
Kemampuan bersemayang berbeda
Kekuatan gerak pun demikian
Badai menerjang
Pasir membentang
Sadar atau tidak tahu
Kesatuan bisa merasa
Balasan pasti ada
Gunung masih hidup
Siraman air adalah penyejuk tanah
Izin adalah ridho ilahi
Malang, 25 Maret 2008
Aku ditanya apa artinya
Untuk apa simbol
Tiap hari aku bekelahi dengan simbol
Ku telusuri simbol
Kaget ketika tahu symbol ada
Tiap melangkah tubuh ini tahu
Simbol-simbollah yang ku tahu
Dengan otak kecil yang dasyat
Mengupas dan mengiris symbol
Bertambah kuat dan berwibawa
Bersanding damai bersamannya
Hanyutnya jiwa tak sadar
Akan ada simbol
Makna dan arti ada padanya
Semua ada padanya
Ku raih dirinya
Ku dapat dirinya
Astiklah duniaku
Asyiklah jalanku
Penuh simbol yang berarti
Penuh tanda yang berarti